BORNEONEWS, Sampit - Pihak PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) yang beroperasi di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur berjanji akan meninggikan tanggul kolam agar limbah tidak meluap.
Maneger Bina Mitra Wilmar Group Andi Ayub saat di lokasi Kamis (12/4/2018) mengatakan, limbah dari kolam tidak bocor melainkan meluap dari kolam utama tersebut.
"Kalau dikatakan bocor dari bawah, namun ini meluap. Sehingga tanggulnya perlu ditinggikan lagi," kata Andi saat bersama pihak kecamatan dan warga.
Meluapnya tanggul tersebut menurut Andi karena hujan terjadi hampir setiap hari. Akibat itu air kolam terus bertambah dan naik meluap dari tanggul tersebut. Dari itu pihaknya akan segera meninggikan tanggul itu.
"Kami terima kasih atas adanya kegiatan ini. Kami komitmen untuk menjaga lingkungan. Kami secepatnya akan meninggikam tanggulkanya supaya hujan deras luapan dapat kita antisipasi," ucapnya.
--page
Beberapa hari ini menurut Andi peninggian tanggul belum bisa dilakukan lantaran kondisi tanah masih lemah. Karena jika dipaksakam dikhawatirkan akan semakin merusak tanggul.
"Tanah masih lemah sehingga tidak bisa saat ini alat kami paksakan masuk. Khawatir tanahnya jebol tambah memperparah luapannya," tegas Andi.
Limbah Mustika Sembuluh rentan mencemari anak Sungai Sampit lantaran lokasi kolam berdampingan dengan sungai itu. Sehingga jika bocor atau meluap alirannya langsung mengalir ke anak sungai itu. (NACO/B-5)








