BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Transaksi CPO di Bursa Malaysia ditutup lebih rendah dibandingkan hari perdagangan sebelumnya di RM2.431.
"Situasi CPO yang masih dalam sentimen untuk potensi koreksi harga dan tampak potensi bahwa harga tersebut berada di kisaran RM2.400-an dari harga tertinggi terakhirnya di kisaran RM2.500-an pekan lalu, tepat sebelum pengenaan pajak CPO oleh otoritas Bursa Malaysia yang sedianya akan pulih kembali pekan ini," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Kamis (12/4/2018).
Perpanjangan program pembebasan pengenaan pajak pada ekspor CPO sampai akhir April, menurut Arie, sedianya bertujuan untuk memotong persediaan dan diprediksi dapat menopang harga komoditi tersebut. Namun saat ini justru pada awal pelaksanaannya direspons negatif oleh pelaku pasar.
Di lain sisi, potensi hasil yang menguntungkan bagi CPO timbul dari perang dagang antara Amerika Serikat - China yang terus memasuki episode baru. Informasi mengenai permintaan komoditas kedelai yang akhir-akhir ini telah berkurang, kata Arie, dapat diartikan sebagai imbas dari “pembalasan” pihak oleh China dengan menetapkan tarif 25 persen pada komoditas kedelai.
Ia mengatakan prediksi pengalihan permintaan dari minyak kedelai ke pengganti minyak nabati terdekat, yaitu CPO, sebagai peluang yang dapat diambil oleh para eksportir karena pembeli China mungkin benar-benar mengalihkan permintaan mereka dari minyak kedelai ke pengganti minyak nabati terdekat. Hal inilah yang mungkin kini menjadi optimisme pelaku pasar mengenai masa depan harga CPO.
--page
Pada perdagangan Kamis ini, pergerakan harga CPO sedang bergerak pada level RM2.407.
"Adapun pada perdagangan hari ini terdapat potensi penguatan dengan perlu adanya konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.476 (resistance 3), RM2.453 (resistance 2) dan RM2.436 (resistance 1)," ungkapnya.
Tetapi juga terbuka potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.411 (support 1), RM2.396 (support 2), dan RM2.373 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








