BORNEONEWS, Palangka Raya- Pemerintah terus mendorong para pelaku usaha, khususnya entrepreneur muda, untuk terus tumbuh dan berkembang.
Indonesia, sebagaimana disebut oleh Presiden Joko Widodo, masih membutuhkan banyak entrepreneur untuk memajukan perekonomian nasional.
"Negara kita ini membutuhkan entrepreneur yang harusnya tiap tahun meningkat. Hampir di semua negara maju memang standardnya memiliki entrepreneur di atas 14%. Kita sekarang ini angkanya masih 3,01%," kata Presiden seusai menerima Pengurus Pusat dan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/4/2018) lalu.
Menyikapi hal ini, Plt Ketum BPD Hipmi Kalimantan Tengah Rahmat Nasution Hamka yang juga diundang dalam pertemuan itu, menyetujui pernyataan Presiden.
Ia juga menyatakan sepakat dengan pernyataan Presiden bahkan pembangunan saat ini tidak lagi 'Jawa Centris' atau berpusat di daerah Jawa. Tapi pendekatannya sudah berpusat pada keseluruhan Indonesia.
"Kalau mengelola negara pakai hitung-hitungan untung rugi, Presiden tentu akan fokus saja di Pulau Jawa. Karena infrastruktur di sana sudah sangat menunjang sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membangun tidak akan terlalu besar dan pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Apalagi kalau kalkulasi politik penduduk di Jawa lebih banyak," kata Rahmat Nasution Hamka yang juga anggota Komisi IV DPR RI dapil Kalteng, Jumat (13/4/2018).
Namun, jika pembangunan terus mengusung 'Jawa Centris' ketimpangan akan semakin lebar dan hal itu tidak bisa diterapkan dalam mengelola negara.
Pemerintah Indonesia saat ini, menurutnya, lebih mengedepankan pembangunan infratruktur dari daerah pinggiran. Hal itu dapat dilihat dari pembangunan di Papua, Sumatra, dan Kalimantan. (TESTI PRISCILLA/B-3)








