SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Dani Rakhman meminta PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) segera mengatasi permasalahan limbah yang meluap dan mencemari anak Sungai Sampit, Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Perusahaan kami minta segera atasi masalah limbah tersebut. Karena berbahaya jika dibiarkan," kata Dani Rakhman, Sabtu (14/4/2018).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, perusahaan harus bertanggung jawab terhadap luberan limbah mereka. Bahkan, harusnya perusahaan jauh-jauh hari bisa melakukan langkah antisipasi.

"Kalau sampai meluap berarti perusahaan tidak bisa melihat kondisi kolam limbah mereka. Harusnya tahu jika terjadi hujan seperti apa upaya yang bisa dilakukan," tegasnya.

Menurut Dani Rakhman, permasalahan limbah tidak bisa dianggap enteng, sebab merupakan persoalan sangat serius. Karena bila sudah mencemari lingkungan, tentu akan membawa dampak negatif.

--page

Limbah bisa membahayakan kesehatan warga. Apalagi warga Desa Pondok Damar masih menggunakan anak Sungai Sampit untuk aktivitas sehari-hari.

Meluapnya limbah dari kolam penampungan PT Mustika Sembuluh terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu. Namun, pasca kejadian, tanggul kolam limbah sudah diperbaiki.

Bahkan Plt Camat Mentaya Hilir Utara Ady Candra MD Atuk sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan meski saat itu luapan masih terjadi. (NACO/B-3)