BORNEONEWS, Kasongan - Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kasongan, Kabupaten Katingan berimbas kepada aktivitas warga sehari-hari. Untuk memasak, warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar.
"Mau beli gas sekarang langka, kalaupun ada mahal. Terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak," kata Yanti, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Minggu (15/4/2018).
Biasanya, kata Yanti untuk mendapatkan kayu bakar, di cukup mencari di pekarangan rumahnya. Selain itu kadang suaminya juga mencari kayu bakar di hutan.
Sementara itu, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram juga dikeluhkan warga. "Dari kemarin mau beli elpiji tiga kilogram belum dapat sampai sekarang," keluh Ira, warga Jalan Soekarno-Hatta, Kasongan.
Menurut ibu muda, dia memasak menggunakan kompor sumbu minyak tanah. Sayang, harga minyak tanah di eceran juga dinilai mahal yakni Rp 12 ribu per liter.
--page
Ira bersama suaminya sudah keliling di Kasongan untuk membeli elpiji. Tetapi, warung yang didatanginya kehabisan stok.
Dia juga mnegatakan, seminggu yang lalu membeli elpiji di warung dekat rumahnya dengan harga Rp 35 ribu per tabung. Namun saat itu, warung langganan itu kehabisan stok.
Sementara itu, Turi, pemilik kios di Kasongan mengaku sejak beberapa hari terakhir tidak menjual elpiji 3 kg itu.
"Sejak sebulan terakhir elpiji 3 kg sulit didapat. Pas ada barang, sehari sudah habis dibeli warga," aku Turi. (ABDUL GOFUR/B-11)








