BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain menuntut dibatalkan hasil evaluasi 2018, tenaga kontrak (tekon) saat demo juga menuntut bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Fahrizal Fitri untuk menyelesaikan permasalahan.
Sebelum melaksanakan aksi demo, 206 tenaga kontrak yang diberhentikan sudah beberapa kali melakukan upaya agar nasibnya jelas dan bisa langsung berhadapan dengan Fahrizal Fitri.
Salah satunya dengan mengadukan permasalahan ke DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menanggapi hal tersebut anggota dewan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait pemberhentian 206 tekon, namun sayangnya Fahrizal Fitri selalu berhalangan hadir.
"Selain menuntut pembatalan hasil evaluasi, kami juga menuntut agar Plt Sekda datang secara langsung dan menyelesaikan permasalah ini dengan serius, karena sudah beberapa kali kami ingin bertemu tapi selalu gagal dengan bermacam alasan," ujar Bayu, kordinator lapangan demo, Senin (16/4/2018).
--page
Bayu menilai, Fahrizal adalah orang paling bertanggungjawab atas hasil evaluasi yang sangat janggal. Tenaga Kontrak menuntut Plt Sekda Fahrizal Fitri menghadap secara langsung. (GAZALI/B-2)








