PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dengan diiringi bunyi gong, kankanung dan tetabuhan di tanah adat Desa Pasir Panjang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (16/4/2018), anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menari Kembang Pandan yang biasanya ditarikan dalam upacara penyambutan tamu sesuai Adat Dayak Tomun Desa Pasir Panjang.

Bupati Kobar Nurhidayah, Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol inf Wisnu Kurniawan, Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait, Danlanud Iskandar Letkol Pnb Ade Fitra dan Ketua DPRD Kobar Triyanto dengan menggunakan  lapisan rompi etnik Dayak serta lawung yang terpasang di kepala, berdiri berjajar dan berhadapan dengan tokoh adat setempat, menarikan tarian adat tersebut.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari dua kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pasir Panjang yaitu pemancangan tiang pertama pembangunan balai Hindu Kaharingan dan dimulainya pengerjaan pelebaran jalan utama Desa Pasir Panjang.

"Dengan dibangunnya balai Hindu Kaharingan yang nerjajar dengan masjid dan gereja merupakan contoh adanya toleransi antar umat beragama yang sangat baik di Kabupaten Kobar. Karena kita sama-sama mengetahui bahwa kabupaten kita ini sangat majemuk, baik ditinjau dari sudut pandang suku maupun keagamaan," jelasnya.

Kemudian, lanjut Bupati, karena Desa Pasir Panjang merupakan satu-satubya desa ditengah kota Pangkalan Bun yang memiliki potensi wisata maka kedepan Pemkab Kobar bekerjasama dengan pemerintahan desa bakal menjadikan desa ini sebagai desa wisata.

--page

"Sebagai upaya percepatan pembangunan desa wisata tersebut diawali dengan pelebaran jalan utama yang ada saat ini. Karena menindaklanjuti kebutuhan saat ini lantaran aktivitas jalan sudah padat, maka pelebaran jalan sudah saatnya untuk dilakukan," jelas Bupati.

Bupati, juga mengapresiasi perhatian masyarakat yang tidak meminta ganti rugi bagi yang halaman atau rumahnya terkena  proyek pelebaran jalan yang masing-masing sisi selebar 7 meter dari bagian tengah jalan. (WAHYU KRIDA/B-5)