SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Faisal Novendra Cahyanto mengungkapkan bahwa saat ini penyebaran demam berdarah dengue (DBD) masih terjadi.

Bahkan baru-baru ini ada dua orang warga yang terindikasi diserang penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.

"Ada dua orang, satu orang warga Jalan Teratai V dan satu lagi warga Bapinang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Untuk yang di Bapinang Hilir masih kami periksa," ujar Faisal, Senin (15/4/2018).

Dia menerangkan, saat ini penyebaran masih terbilang tinggi. Hal itu dikarenakan musim hujan yang berkepanjangan, sehingga nyamuk malaria dengan cepat berkembang biak.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sendiri akan melakukan beberapa pencegahan. Seperti menyebar spanduk untuk masyarakat agar selalu menjaga lingkungan sekitar dari tumpukan sampah dan genangan air.

--page

"Warga harus selalu menjaga lingkungan sekitarnya. Jangan sampai ada tempat bagi perkembangan nyamuk malaria," katanya.

Pihaknya juga akan melakukan foging fokus di beberapa tempat yang rawan akan penularan penyakit DBD tersebut agar tidak ada lagi korban.

Sepanjang 2018 ini, sedikitnya ada 100 kasus DBD di Kotim dan ada tiga orang yang mengalami Dengua Shock Syndrome (DSS) hingga berujung pada meninggal dunia. Dan itu terjadi terhadap anak-anak yang masih berstatus pelajar Taman Kanak-Kanak (TK) dan juga Sekolah Dasar (SD). (MUHAMMAD HAMIM/B-6)