BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Barat melanjutkan program yang sudah dikembangkan.
Di antaranya seperti replikasi untuk pemberdayaan masyarakat terhadap perpustakaan desa dan kelurahan. Karena perpustakaan ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya kerja sama dengan stake holder lainnya.
"Prinsipnya pengurusan perpustakaan bukan hanya dilakukan oleh kami, tapi juga kerja sama antara stake holder. Karena harus saling bahu-membahu terkait perpustakaan," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotawaringin Barat, Hardaniyanti, Senin (16/4/2018).
Ia mengatakan untuk sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini hanya memiliki empat orang pustakawan.
Mereka memiliki fungsi untuk pemberayaan dan pengembangan perpustakaan. Untuk pelaksananya atau juga teknisnya ada beberapa SKPD yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda.
"Karena latar pendidikan yang berbeda-beda tersebut perlu adanya sinergi untuk mencapai satu penyesuaian dan sedikit pembelajaran. Karena hal itu urusan perpustakaan bukan hanya urusan perpustakaan semata saja, tapi juga dari SKPD lainnya," ucapnya. (HARDI/B-6)







