PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Gerah mengetahui ada tiga perempuan asal Desa Runtu menginap di rumah laki-laki yang berlokasi di Gang Sedap Malam 1, Jalan Perwira, RT 7, Kelurahan Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), warga lantas melakukan penggrebekan pada Senin (16/4/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat digrebek, di dalam rumah yang dihuni pemuda berinisial MR, 22, dan temannya berusia 18, memang didapati tiga remaja perempuan di bawah umur. Ketiganya warga Kecamatan Arut Selatan.

Akibatnya dua pemuda dan tiga remaja itu digelandang ke kantor Satpol PP dan Damkar Kobar untuk didata dan dilakukan pembinaan.

Kasatpol PP Kobar Majerum Purni menuturkan, penggrebekan dilakukan dilakukan warga tanpa didampingi petugas.

"Kita mendapat info bahwa warga Gang Sedap Malam 1, Kelurahan Mendawai, menggrebek sebuah rumah yang dihuni seorang pemuda yaitu MR dan rekannya. Warga mengetahui mereka menginapkan tiga remaja perempuan sejak Minggu (15/4/2018)," sebut Majerum.

--page

Namun, lanjut Majerum, warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri saat penggerebekan.

"Setelah digrebek, warga kemudian melaporkan hal itu ke kami. Saat ini dua pemuda dan tiga gadis tersebut telah kami amankan di kantor Satpol PP dan Damkar Kobar," ujarnya.

Majerum menjelaskan, berdasarkan pengakuan mereka di hadapan penyidik, tiga remaja perempuan yang diketahui putus sekolah itu mengenal MR dari media sosial Facebook.

"Ketiga gadis tersebut kemudian mendatangi MR dengan maksud minta carikan pekerjaan. Kebetulan MR bekerja di sebuah toko di Pangkalan Bun."

Namun, setelah ditemukan dengan pemilik toko dan membicarakan masalah lowongan pekerjaan, ternyata ketiga perempuan muda itu tidak langsung pulang ke desa mereka.

--page

"Mereka kemudian menginap semalaman di rumah yang dihuni MR dan rekannya. Tiga remaja perempuan itu mengaku sebenarnya mereka hendak pulang Senin (16/4/2018) sore. Namun lantaran hujan, mereka tidak jadi pulang ke desa. Hingga akhirnya mereka digrebek warga setempat," jelas Majerum.

Saat digrebek warga, dua pemuda dan tiga remaja perempuan itu masih berpakaian lengkap.

Majerum menyebutkan, Satpol PP sudah menghubungi perangkat desa terkait keberadaan tiga remaja perempuan itu.

"Tujuannya agar perangkat desa bisa mengabarkan keberadaan mereka kepada orang tua masing-masing, agar bisa dijemput sebelum dipulangkan," pungkasnya. (KRIDA/B-3)