BORNEONEWS, Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) belum mendapat alokasi khusus dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), terkait bantuan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif.
Anggota Komisi X DPR RI Iwan Kurniawan, mitra Bekraf mengatakan, anggaran di badan ini terbatas sehingga tidak mampu mengakomodasi semua usulan dari 34 provinsi. Apalagi Bekraf adalah lembaga baru.
“Kalau bicara masalah uang dan bantuan, tidak pernah bicara puas. Berapa pun anggaran kita pasti kurang. Bekraf belum masuk program strategis nasional, masih non-kementerian dan ini baru sehingga badan tidak mau ambil risiko,” terang Iwan, Senin (16/4/2018).
“Jangan sampai menggelontorkan besar-besaran tapi tidak berbekas. Terlebih pemerintah kita hari ini kan program prioritasnya ke infrastruktur. Sebagian dari utang juga untuk membayar proyek infrastruktur itu,” sambungnya.
Menurut Iwan, pemuda Kalteng harus mau belajar berwirausaha, tidak hanya mengandalkan sektor formal seperti berharap PNS, dan selanjutnya.
--page
"Talenta generasi muda kita ini banyak tapi kadang bingung, mau berbuat apa. Kadang ada modal, ada yang diperbuat, lalu produksi, tapi lagi-lagi terkendala masalah pemasaran,” pungkas dia. (ROZIQIN/B-11)








