PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ulah Anggota DPRD Kalteng asal Partai Gerindra, Zain Alkim, yang tidak hanya hadir namun mengenakan atribut partai lain di acara partai lain tersebut, kian disoal. Sebab dinilai telah melakukan pelanggaran.

Demikian ditandaskan Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Tengah (Kalteng), Iwan Kurniawan. Sebab setidaknya menurut dia, Zain telah melanggar etika kepartaian. Karena itu ia memastikan terus ditindaklanjuti.

“Sepintas ya, kalau sebelum mendengar langsung, itu sih sudah pelanggaran. Karena beliau hadir di acara partai lain, dengan atribut partai lain, sementara masih melekat jadi Anggota DPRD Kalteng dari Partai Gerindra. Dari segi etika pun itu sudah lepas,” kata Iwan kepada Borneonews, Selasa (17/4/2018).

“Tetapi kita perlu klarifikasi dulu dari beliau, jadi sekali lagi harus mendengar, saya harus bersikap adil juga,” sambungnya.

Anggota DPR RI ini pun mengatakan, meskipun ada aturan sanksi yang bisa menjerat, bukan kapasitasnya memutuskan. Yang ia tahu, hanya ada tiga kemungkinan, yaitu sanksi administratif atau sanksi pemecatan jika betul-betul pelanggaran berat.

--page


Tetapi yang jelas, kata Iwan, nanti Zain akan tetap dipanggil oleh DPP Gerindra, karena di Gerindra ada badan etik dan badan ini lah yang akan memproses dugaan pelanggaran yang berpotensi sanksi itu.

“Saya tidak berani ngomong, sebab kalau sanksi itu yang memutskan adalah DPP di Jakarta. Biasanya ada tiga, secara administratif berupa teguran ringan, sedang, sampai berat. Jika berat, bisa di-recall,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Partai Gerindra Kalteng ini mengaku sudah menerima bukti-bukti dugaan pelanggaran Zain Alkim karena bergabung di acara partai lain dan mengenakan kostum partai lain tersebut.

Padahal, yang bersangkutan adalah kader Gerindra yang sekarang duduk sebagai Anggota DPRD Kalteng.Sebagai Ketua Partai, Iwan tetap akan kroscek yang bersangkutan untuk memberi hak klarifikasi. (ROZIQIN/B-5)