PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Guna meningkatkan pengendalian Inflansi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar workshop capacity building Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalteng, Selasa (17/4/2018).

Pelaksana Tugas Sekertaris Daerah (Plt Sekda) Fahrizal Fitri saat memberi sambutan mengatakan, tantangan dalam pengendalian inflasi di daerah ke depan begitu besar.

"Kalteng sebagai provinsi terluas kedua di Indonesia sangat membutuhkan koordinasi dan komunikasi antar daerah yang baik serta solid," ujarnya.

"Dengan perbedaan karakteristik kondisi geomorfologi antar daerah di Kalteng menjadikan setiap daerah memiliki competitive advantage yang berbeda terhadap komoditas alam yang dihasilkan antara lain komoditas pangan," lanjutnya.

Fahrizal menjelaskan, hal tersebut menyebabkan munculnya pertukaran komoditas dalam bentuk perdagangan antar daerah di Kalteng, namun kendala akses dan jauhnya jarak tempuh berimbas pada tingginya biaya angkut sehingga harga pangan menjadi tidak stabil.

--page

Melalui Worshop Capacity Building TPID se-Kalteng Fahrizal mengharapkan pemerintah mampu mengendalikan inflasi terutama saat memasuki bulan Ramadhan dan hari besar lainnya. (GAZALI/B-5)