BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau saat ini intensitas hujan yang turun di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih sering terjadi, namun persiapan memasuki musim kemarau dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa bulan mendatang sudah mulai disiapkan dari sekarang.
Kepala Daerah Operasi (Daops) III Pangkalan Bun, Binsar Oktavianus Togatorop, Selasa (17/4/2018) mengatakan selain menyiapkan personel Manggala Agni, instansi lain dari TNI dan Polri serta masyarakat juga sudah mulai mempersiapkan diri.
"Kewaspadaan penuh mencegah terjadinya Karhutla bakal dilakukan mulai Mei-September, karena pada bulan-bulan itu diprediksi sudah masuk musim kemarau," jelasnya.
Karena itulah Senin (16/4/2018) pihaknya bersama TNI dan Polri me-launching Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di Kantor Daops III Manggala Agni Pangkalan Bun.
"Selain menyiagakan personel, kami juga telah mempersiapkan beberapa pos Patroli Terpadu pada 14 lokasi yang menjadi wilayah kerja Daops III Pangkalan Bun. Rinciannya 1 pos berada di Desa Sei Pasir, Kabupaten Sukamara, 2 pos di Kabupaten Seruyan, 3 pos di Kabupaten Kotim," jelasnya.
--page
Sedangkan untuk wilayah Kobar sudah disiapkan 8 pos yang rinciannya adalah 1 pos berada di Kecamatan Kotawaringin Lama, 3 pos berada di Kecamatan Arut Selatan dan 4 pos di Kecamatan Kumai.
Menurut Binsar, nantinya bila tim patroli terpadu menemukan hotspot, maka tim terdekat akan melakukan upaya Groundcheck untuk pemeriksaan di lapangan.
"Apabila benar terjadi Karhutla, tim yang pertama kali akan melakukan pemadaman awal. Kemudian berkoordinasi ke Daops atau ke posko di kabupaten untuk meminta bantuan bila diperlukan," jelasnya. (YUDA/B-6)








