BORNEONEWS, Palangka Raya- Ramadan memang masih sekitar satu bulan lagi. Meski begitu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mempersiapkan pencegahan terjadinya inflasi pada bulan suci umat muslim tersebut.
Upaya pencegahan itu dilakukan bekerja sama dengan perusahaan refinery atau minyak goreng.
Meski belum tahu kapan akan terjalin kerja sama itu, Pelaksana Tugas Sekertaris Daerah (Plt Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, mengaku sudah menjalin komunikasi dengan salah satu perusahaan minyak goreng asal Kalteng.
"Setiap tahun selalu terjadi lonjakan harga saat memasuki bulan Ramadan. Untuk itu, di tahun ini guna mencegah inflasi yang tinggi, kami telah melakukan kontak dengan perusahaan refinery minyak goreng asal Kalteng," ujarnya, Selasa (17/4/2018).
"Nanti produk minyak goreng asal Kalteng tersebut harganya lebih murah sehingga diharapkan bisa menekan harga pangan di pasar supaya tetap normal," lanjutnya.
Selain bekerjasama dengan perusahaan minyak goreng, Fahrizal juga menyebut akan bentuk tim satuan tugas (satgas) pangan agar tidak ada oknum penimbunan barang yang menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga pasar. (GAZALI/B-3)








