PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Serapan anggaran pada akhir tahun, khususnya realisasi keuangan pada satu program atau kegiatan, tidak harus 100%. Berbeda halnya dengan realisasi proyek fisik.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Kalimantan Tengah Ridwan Manurung, menurutkan bahwa realisasi serapan anggaran yang tidak 100% atau sesuai pagu ada kalanya dinilai bagus.

"Karena berarti ada efisiensi atau misalnya karena penawaran proyek,” sebut dia saat Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Evaluasi Pelaksanaan Tugas Pembantuan, Dekonsentrasi, dan Urusan Bersama Tahun Anggaran 2017 dan 2018 di lantai tiga kantor Gubernur Kalteng, Rabu (18/4/2018).

Maka dari itu, lanjut Manurung, serapan anggaran harus dilihat dulu alasannya.  Tidak bisa langsung mengatakan realisasi keuangan tak 100% akibat tidak mampu menyerap anggaran.

Namun, lanjut dia,  rumus ini tidak berlaku untuk memaknai realisasi fisik. Untuk proyek fisik, rumus yang berlaku sebaliknya yaitu ketika realisasinya tidak 100%, patut menjadi pertanyaan kenapa bisa terjadi?

--page

“Kalau realisasi fisik 100% tapi realisasi keuangan tidak sampai 100% berarti hemat dan berhasil efisiensi pada saat lelang. Tetapi kalau sebaliknya, realisasi fisik lebih rendah, berarti pelaksana proyek tidak menuntaskan pekerjaannya dan ini harus dievaluasi,” tutur dia. (ROZIQIN/B-3)