SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejak Januari 2018 hingga April 2018 ini ada tiga orang korban meninggal dunia akibat demam berdarah. Terkait itu, Dinas Kesehatan Kotim menenggarai hal tersebut karena keterlambatan pasien dibawa ke tempat pelayanan kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit.

"Tiga kejadian itu karena korban sudah mengalami dengue shock syndrome (DSS) baru dibawa ke rumah sakit. Sehingga nyawanya tidak terselamatkan karena sudah sangat parah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto, Rabu (18/4/2018).

Faisal berharap hal ini menjadi perhatian masyarakat. Jika ada anak ataupun saudara yang mengalami demam naik turun, agar segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

"Kalau menemukan keluarga yang sedang demam, segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit," kata Faisal.

Dirinya menerangkan, hingga saat ini penyebaran nyamuk semakin meningkat. Apalagi saat ini musim penghujan berkepanjangan. 

--page

Diharapkan, masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumahnya. Dinkes juga terus melakukan fogging fokus di daerah endemis DBD. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)