BORNEONEWS, Sampit - Hilangnya lantai Dermaga Wisata Hutan Sagonta di tepi Sungai Mentaya, wilayah Kecamatan Baamang, memicu kemarahan Bupati Kotim Supian Hadi.
Terkait itu, Supian Hadi memerintahkan agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menugaskan beberapa orang untuk menjaga lokasi tersebut.
"Saya minta disbudpar untuk menugaskan beberapa penjaga di sana. Agar tidak ada lagi lantai pelabuhan yang dicuri," kata Supian, Rabu (18/4/2018).
Dia mengatakan, nantinya petugas yang bekerja di tempat wisata tersebut tidak hanya menjaga dermaga saja. Namun, harus paham dan sudah hapal lokasi hutan sagonta itu.
Sehingga bisa sekaligus menjadi penunjuk jalur bagi pengunjung Hutan Sagonta tersebut.
--page
"Itulah yang kami harapkan dan mudah-mudahan segera terealisasi," kata Supian.
Dia mengatakan, pemkab sangat serius untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini. Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








