BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi meminta generasi muda di daerah ini agar tidak malu untuk melestarikan budaya asli daerah. Sehingga, tidak tergerus seiring perkembangan zaman.
"Kalau bukan mereka (pelajar dan pemuda), siapa lagi yang akan mempertahankan budaya kita ini," kata Supian Hadi, Rabu (18/4/2018).
Dia pun mengajak pemuda untuk terus mempromosikan budaya lokal, baik itu seni, olahraga tradisional, dan lainnya.
"Cinta budaya lokal jangan dibilang tidak gaul ataupun tidak berkembang," imbuhnya.
Bupati Kotim juga menyebutkan, budaya lokal memiliki makna yang sangat sakral. Bahkan dapat menjadi pemersatu masyarakat dari berbagai kalangan, agama, maupun suku.
--page
Seperti halnya tarian, tidak hanya asli orang Kotim ataupun suku Dayak saja yang bisa melakukannya. Namun dari suku dan agama apapun bisa mempelajari dan melakukan tarian tersebut.
Tidak hanya itu, olahraga tradisional juga harus diperhatikan dan terus dimainkan. Jangan sampai hanya karena perkembangan zaman, olahraga tradisional seperti balogo, dan bagasing hilang tergerus. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








