PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Selama beberapa kali penyelenggaraan pemilu di Provinsi Kalimantan Tengah, hasilnya tidak begitu memuaskan bila dilihat dari tingkat partisipasi pemilih.

Artinya, respons publik terhadap pesta demokrasi di provinsi yang terkenal dengan falsafah ‘Huma Betang’ ini, tidak begitu baik.

Padahal, pada 27 Juni 2018 mendatang akan diselenggarakan pilkada serentak di 11 kabupaten/kota.

Berikut gambaran tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu di Kalteng yang bisa menjadi acuan.

Pertama, pemilu legislatif 2014, dari total jumlah pemilih sesuai DPT sebanyak 1.856.522 jiwa, yang menggunakan hak pilih hanya 1.200.257 jiwa atau 64,65%.

--page

Berikutnya, pemilu presiden 2004, persentase penggunaan hak suara hanya 69,69%. Cukup meningkat bila dibanding dengan pileg 2004, tetapi bedanya jumlah pemilih turun yaitu 1.277.117 jiwa dan yang menggunakan hak pilih cuma 890.041 jiwa.

“Kemudian pileg 2005, jumlah pemilih dan DPT sebanyak 1.209.512 jiwa, sedangkan yang menggunakan hak pilih hanya 816.648 atau tingkat partisipasinya 63,20%,” tutur Asisten I Setda Kalteng Bidang Pemerintahan Saidina Aliansyah, Rabu (18/4/2018).

Berlanjut ke pilkada 2009, tingkat partisipasi pemilih naik ke 69,10% atau 1.040.880 jiwa dari jumlah DPT sebanyak 1.506.244 jiwa.

Pada pilpres 2009, tingkat partisipasi pemilih kembali turun menjadi 65,45%. Jumlah DPT sebanyak 1.607.949 jiwa, sedangkan yang menggunakan hak pilih pada saat itu 1.052.557 jiwa.

Pada pilpres 2014, tingkat partisipasi pemilih di Kalteng pun hanya 65%. Terakhir pada pemilu gubernur Kalteng, berdasarkan data KPU, partisipasi pemilih hanya 54,10%. Padahal KPU RI menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77,5%. (ROZIQIN/B-3)