BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Anang Revandoko saat memimpin apel akbar kebangsaan Hari Ulang Tahun (HUT) Integritas Hindu Kaharingan mengatakan perbedaan untuk saling melengkapi.
Anang mengingatkan kembali perjuangan Indonesia untuk merdeka. "Dulu Presiden pertama Soekarno memimpin Indonesia dengan idealis kebangsaan tanpa membedakan suku ras dan agama sehingga Indonesia bisa merdeka dan bersatu," ujarnya, Kamis (19/4/2018).
"Kita sebagai negara kesatuan memiliki asas bhinneka tunggal ika yang artinya meski berbeda, tapi tetap satu, harapannya dengan apel ini kita semakin bisa merangkul perbedaan," imbuhtnya.
Anang berharap Kalteng dengan kayanya perbedaan terus bisa berkembang dan tidak termakan isu yang dapat memperkeruh suasana serta memecah belah umat.
Tokoh Hindu Keharingan, Parada mengatakan apel akbar kebangsaan yang diadakan di Bundaran Besar, Kota Palangka Raya ini baru pertama kali digelar itu bukan kesedar untuk memperingati HUT integritas Hindu-Keharingan saja, tetapi untuk memperingati keharmonisan keberagaman agama di Kalteng. (GAZALI/B-6)








