BORNEONEWS, Sampit - Hujan yang tiap hari mengguyur Desa Sungai Ubar, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur membuat jalan desa itu harus terendam. Meski demikian aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa.
"Kalau rumah tidak ada yang terendam hanya jalan saja. Itu hanya ada jalannya juga yang terendam, tidak semua jalan yang terendam," kata Bombi, Kades Sungai Ubar, Kamis (19/4/2018).
Menurut Bombi hujan terjadi sejak Selasa (17/4/2018) lalu di desa mereka akibatnya jalan yang berada di dataran rendah harus digenangi air hujan hingga kini. Namun demikian beruntung kondisi itu tidak mengganggu warga.
"Makanya saya tidak melaporkannya karena memang tidak ada rumah yang terendam. Hanya jalan saja dan tidak apa-apa," ucapnya saat di konfirmasi Borneonews.co.id.
Sungai Ubar memang kerap kali menjadi langganan banjir. Bahkan dari pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah desa itu merupakan daerah rawan banjir. Bahkan tidak jarang setiap memasuki musim penghujan desa itu terendam. Apalagi saat hujan yang terjadi dalam intensitas yang tinggi.
--page
Sementara itu Camat Cempaga Hulu, Ubaidillah saat dikonfirmasi mengaku belum mengatahui kejadian itu, bahkan ia belum mendapatkan laporan terkait kejadian itu. "Belum ada laporan saat ini terkait informasi itu," tukasnya. (NACO/B-5)








