PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tingkat serapan anggaran dari dana APBN masih rendah di triwulan pertama 2018 ini.

Jumlah dana APBN yang turun ke Kalteng sebesar Rp358,58 miliar untuk pelaksanaan tugas pembantuan (TP), dekonsentrasi, dan urusan bersama (UB), namun serapan masih 7,3 persen.

Angka tersebut untuk realisasi keuangan, sedangkan untuk realisasi fisik atau yang sudah dikerjakan di lapangan, agak lebih bagus yaitu mencapai 9,27 persen.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ridwan Manurung mengatakan progres serapan itu sudah lebih bagus dibandingkan tahun kemarin.

“Berdasarkan laporan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA), realisasi keuangan per Maret 2018 masih terserap 7,3 persen dan realisasi fisik 9,27 persen,” kata Manurung, Kamis (19/4/2018).

--page

“Tapi ini lebih baik dari pada 2017 kemarin, dimana realisasi keuangan 0,3 persen dan realisasi fisik 0,49 persen pada triwulan pertama,” tambahnya.

Manurung menjelaskan, saat itu Pemprov Kalteng masih terkendala penetapan anggaran akibat perubahan struktur organisasi pemerintahan sehingga serapan pun telat.

Kondisi ini juga dialamai kebanyakan pemerintah daerah lainnya di Indonesia, akibat perubahan PP 18 Tahun 2016. (ROZIQIN/B-6)