BORNEONEWS, Sampit - Sungguh malang nasib kakak beradik yatim piatu asal Bagendang itu. Mereka berdua harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit karena mengidap penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kedua anak yatim piatu tersebut nerma Riky Hendrawan, siswa kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Sementara adiknya, bernama Rahel Olivia, murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bagendang Hulu.
"Keduanya masih dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. Kondisinya sudah mulai membaik," kata Sekda Kotim Halikinnor, usai menjenguk kedua anak tersebut, Kamis (19/4/2018).
Keduanya hanya tinggal bersama kakak, yang juga menanggung biaya hidup mereka. Walaupun uang hasil upah dari dia bekerja sambil disisihkan untuk biaya kuliah dirinya di Universitas Darwan Ali (UNDA).
Mereka bertiga tinggal di Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Ketiganya saat ini tidak hanya membutuhkan uluran bantuan untuk meringankan beban.
--page
Beri bantuan
Halikinnor terenyuh melihat nasib kedua anak itu. Bahkan dia langsung memberikan bantuan kepada kedua anak tersebut. Sehingga keduanya tiedak memikirkan biaya berobat.
"Keduanya keluarga tidak mampu, ibu dan ayahnya sudah meninggal dunia. Saya berharap masyarakat mendoakan agar keduanya segera sembuh," harap Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








