BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Rabu (18/4/2018), harga CPO ditutup di harga RM 2.408, dengan histori perdagangan terjadi rentang harga rendah (Low) di RM2.354 dan juga membuat harga tinggi (High) dengan menyentuh level RM2.434.
"Pergerakan harga CPO yang menjauhi harga rendah yang pernah terjadi pada bulan Maret lalu itu memicu range transaksi harian yang cukup lebar," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Menurut Arie, harga CPO berhasil rebound setelah mengalami kondisi oversold, dengan telah terjadi penurunan enam hari perdagangan beruntun. Fundamental pada hari perdagangan Rabu telah mendongkrak harga kembali pada kisaran RM2.400-an. CPO telah mengalami penurunan harga karena ekspektasi melambatnya pertumbuhan permintaan.
Dengan dukungan data ekspor yang dirilis lebih baik dari periode sebelumnya, kata Arie, memberikan sentimen positif terhadap pasar. Ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1 hingga 15 April naik sebanyak 5 hingga 6 persen dari periode yang sama pada Maret.
Adapun perdagangan pada sesi pertama Kamis, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.391.
--page
"Potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.375 (resistance 1), RM2.392 (resistance 2), dan RM2.410 (resistance 3)," ujarnya.
Selain itu, potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.330 (support 1), RM2.305 (support 2), dan RM2.277 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








