SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini hanya dilaksanakan di tujuh sekolah.

"Untuk UNBK SMP hanya dilaksanakan tujuh sekolah, dan itu sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Bima Eka Wardana, Jumat (20/4/2018).

Dirinya menyebutkan, pelaksanaan UNBK berlangsung dari 23 April 2018 hingga 26 April 2018 mendatang. Ia berharap pelaksanaan UNBK SMP bisa berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan Internet dan juga listrik.

"Mudah-mudahan tidak ada gangguan sama sekali, dan UNBK berjalan lancar hingga selesai nantinya," kata Bima.

Dirinya juga mengatakan, tujuh sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu contoh bagi sekolah lainnya agar tahun depan bisa dan siap melaksanakan UNBK.

Menurutnya, ujian berbasis komputer tersebut akan lebih mudah dan tentunya mengurangi risiko serta biaya.

--page

"Kalau UNBK sekolah hanya menyiapkan listrik, jaringan internet, dan juga komputer. Sedangkan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) harus ada pendistribusian soal, pengawalan soal, hingga sejumlah hal lainnya," terang Bima.

Ia menjelaskan, sejumlah sekolah yang tidak melaksanakan UNBK karena kekurangan peralatan seperti komputer dan tidak tersedianya internet. Selain itu, juga pemahaman guru terhadap UNBK juga masih kurang. Sehingga ditargetkan tahun depan semua sekolah di Kotim sudah bisa melaksanakan UNBK. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)