BORNEONEWS, Sampit - Dari tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), ada 1.470 orang siswa yang menjadi peserta.
"Dari tujuh sekolah tersebut, 1.470 peserta yang ikut UNBK, mereka berasal dari tujuh sekolah yang rata-rata berada di Sampit," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Bima Eka Wardana, Jumat (20/4/2018).
Saat ini untuk beberapa sekolah sudah berpengalaman melaksanakan UNBK. Sehingga tidak ussh diragukan lagi dan sudah bisa mengetahui apa saja kendala-kendala yang akan dihadapi.
Sementara untuk listrik dan internet, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN. Dengan begitu, agar pada jam tertentu ketika UNBK berlangsung, lampu tetap menyala dan tidak mengganggu pelaksanaan ujian.
"Selain itu, di beberapa sekolah juga sudah menyiapkan genset untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Bima.
--page
Dirinya berharap agar ke depan SMP di Kotim sudah melaksanakan UNBK semua sehingga tidak lagi menunggu pendistribusian soal ataupun hal lainnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








