BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Haruddin mengatakan dunia pendidikan di Kota Palangka Raya belum terlalu baik. Alasannya, Haruddin menemukan masih banyak anak putus sekolah di bantaran Sungai Kahayan.
"Saya pernah diajak kepolisian, kami gunakan mobil patroli air untuk mengantar buku ke permukiman masyarakat di bantaran Sungai Kahayan itu. Ternyata, masih ada masyarakat yang berhenti sekolah di kelas 3 SD," tutur Haruddin, Jumat (20/4/2018).
Menurut Haruddin, saat itu pihak kepolisian mengantarkan buku untuk menjadi bahan bacaan di kawasan tersebut.
"Kami dijemput dengan mobil patroli air itu untuk mengantar buku. Saya sedih sekali. Bagaimana Bahasa Indonesia bisa digunakan di sana kalau buku bacaan saja susah didapat, anak-anaknya putus sekolah," kata dia.
"Apalagi sekarang kita akan menyambut Hari Pendidikan Nasional.(Hardiknas) pada 2 Mei, tetapi bagaimana wajah dunia pendidikan kita masih dipertanyakan," imbuh Haruddin.
--page
Selain itu, pihaknya pada 21-27 April 2018 ini akan menggelar Gebyar Hardiknas bersama LPMP Provinsi Kalteng dan BP PAUD DIKMAS dengan berbagai kegiatan.
Antara lain, bazar buku murah dan pameran buku, pagelaran seni tradisional, talk show, jalan santai, lomba mewarnai dan menghambar, lomba busana kartini, serta pemutaran film pendidikan yang dinamai Bioskop Keliling. (TESTI PRISCILLA/B-11)








