BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meskipun saham sektor perkebunan mendapat rekomendasi netral, masih ada sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor.
"Kami merekomendasikan netral terhadap sektor perkebunan, karena rata-rata harga CPO pada 2018 diperkirakan menurun menjadi 2.600 ringgit per ton. Pada 2017, rata-rata harga CPO mencapai 2.787 ringgit per ton," kata analis PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS), Cheria Widjaja, dalam risetnya, Jumat (20/4/2018).
Dalam jangka pendek, saham emiten kebun mendapat sentimen positif dari penurunan stok CPO di Malaysia 6,2% month on month (mom) pada Maret 2018 ke level 2,32 juta ton. Di samping itu, ekspor CPO naik 19,2% mom menuju 1,57 juta ton.
Saham emiten kebun pilihan Panin Sekuritas adalah Astar Agro Lestari (AALI), London Sumatra Plantation (LSIP) dan juga Sawit Sumbermas Sarana (SSMS). Alasannya, AALI memiliki imbal hasil (yield) Tandan Buah Segar atau TBS yang tinggi.
"Adapun, LSIP memiliki Oil Extration Rate (OER) tinggi di antara perusahaan kebun lain yang kami pantau," ujar Cheria.
--page
Sedangkan analis PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, William Simadiputra, menuturkan rata-rata harga CPO pada 2018 diperkirakan mencapai 2.620 ringgit per ton. Untuk jangka pendek, harga diprediksi meningkat menjelang pertumbuhan permintaan jelang Ramadan.
"Volume ekspor diperkirakan naik pada April-Mei 2018," ujarnya.
Saham perkebunan pilihan DBS Vickers Sekuritas adalah AALI dan LSIP. Masing-masing saham memiliki target harga Rp17.700 dan Rp1.780. (NEDELYA RAMADHANI/m)








