BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Direktorat Pengelolaan LB3 menemui Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ahmadi Riansyah, Jumat (20/4/2018).
Pertemuan itu dalam rangka membahas rencana survei ke lokasi sarana pengolahan emas non merkuri pertambangan emas skala kecil (PESK) di Kabupaten Kobar.
"Pertemuan itu membahas terkait pengolahan emas non merkuri (non B3) di pertambangan rakyat dan lokasi wilayah pertambangan rakyat. Untuk pengolahan emas tetap tapi menggunakan bahan yang ramah lingkungan," kata Kabid Pengelolaan Persampahan dan LB3 Dinas Lingkungan Hidup Kobar M Robiannor.
Ia menjelasakan, merkuri memberikan dampak buruk bagi manusia seperti terganggunya fungsi ginjal dan hati. Merkuri memiliki PH 5-7, konsentrasi raksa di dalam air akan meningkat karena mobilisasi raksa dari dalam tanah.
"Selain itu, merkuri dapat mencemari lingkungan serta meracuni hewan dan tumbuhan. Merkuri dapat menyerap cepat di lingkungan sehingga perlunya sosialisasi terkait hal itu," ucapnya.
--page
Melalui pertemuan Tim KLHK Direktorat Pengelolaan LB3 dengan Wakil Bupati Kobar, diharapkan ada solusi mengenai pengolahan emas non merkuri di kawasan pertambangan sehingga tercipta pertambangan emas ramah lingkungan. (SARJITO/B-3)








