PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasar modal merupakan salah satu elemen penting untuk pembangunan, terutama di negara berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki potensi yang besar di industri pasar modal.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia menjadi yang paling potensial di dunia untuk 10 tahun terakhir, yaitu sebesar 125.40%. Karenanya, memerlukan tenaga-tenaga profesional yang bekerja di bidangnya.

"Potensi pasar modal di Indonesia masih terkendala dengan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga, kebutuhan masyarakat belum dapat difasilitasi secara optimal. Tetapi, artinya juga terbuka peluang berkarir di pasar modal," kata Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyanto Kristiadi, Sabtu (21/4/2018).

Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimotori PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menurutnya memiliki target untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar modal terbaik kawasan ASEAN di tahun 2020.

Oleh karena itu, selain sosialisasi dan edukasi melalui serangkaian program kepada masyarakat, pasar modal Indonesia juga dituntut harus memiliki SDM profesional yang kompeten dan mampu menjawab tantangan di masa depan.

--page

Untuk itu penyiapan SDM yang memadai dan berkualitas sudah menjadi suatu program yang harus mendapatkan prioritas dari seluruh organisasi pelaku pasar modal Indonesia khususnya SRO yang memiliki fungsi sebagai regulator.

Terkait itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku SRO kembali menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) pada tahun 2018.

CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakkan industri pasar modal Indonesia pada cita-cita tersebut.

Pada tahun 2016 jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO 26 orang dan di tahun 2017 ada 31 orang. Proses seleksi CMPDP dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI).

Pada tahun 2018 ini, lanjut Cahyanto, jumlah pelamar CMPDP 3.962 orang pelamar. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 3.575 kandidat akan mengikuti seleksi tertulis CMPDP yang akan dilaksanakan serentak di 29 kota besar di Indonesia.

--page

Di antaranya, Palangka Raya, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Padang, Pangkalpinang, Batam, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Pontianak, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kendari, Manokwari, Jayapura, Mataram, dan Manado.

Calon kandidat akan mengikuti proses test tertulis pada tanggal 21 April 2018. Bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti psikotest, FGD, dan Interview. Peserta terbaik akan mengikuti 6 bulan program pengembangan serta on the job training. Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan di SRO. (TESTI PRISCILLA/B-11)