BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tarian Bahutai merupakan kesenian yang mengangkat mitos di masyarakat lokal khususnya di Kalimantan Tengah. Kalau Bahutai sendiri merupakan sosok siluman yang dipelihara dan ditugaskan untuk mengganggu manusia.
"Tujuan tarian ini diciptakan untuk memunculkan kembali mitos-mitos yang ada di kalangan masyarakat. Untuk tarian Bahutai ini sudah ditambah beberapa kreasi, kita juga masih menggunakan gerakan lama seperti Nasai," kata Penari Sanggar Swara Bahana SMAN 3 Pangkalan Bun Fikri Haikal, Sabtu (21/4/2018).
Tarian ini tergolong baru dan diangkat kembali dalam bentuk tarian. Sehingga ini merupakan inspirasi dari sanggar untuk meneruskan cerita mitos di kalangan masyarakat lokal.
"Ini belum pernah ditarikan, hanya saja kita ingin menggali lebih dalam lagi tradisi lama dan budaya lama yang akan dijadikan dalam bentuk tarian. Tarian ini akan terasa nyata aura mistisnya apabila dilakukan pada malam hari," ucapnya.
Jumlah penari minimal lima orang berserta musik pengiring yang dimainkan oleh lima orang juga.
--page
Tarian ini bisa dilakukan baik itu dipagi hari ataupun malam hari. Akan tetapi aura magis yang paling terasa pada saat malam hari.
Tarian Bahutai ditampilkan pada acara Commited To Success (CTS) Staf 2018 yang digelar oleh Citra Borneo Indah (CBI) Group di Ballroom Swissbellhotel Pangkalan Bun, Sabtu (21/4/2018). (HARDI/B-5)








