PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Tengah, Haji Ruslan AS menegaskan tidak akan kompromi kepada kadernya yang terbukti memakai narkoba dan akan dikeluarkan dari parta.

Hal ini ditegaskan kepada perserta orientasi fungsionaris Partai Golkar di Hotel Luwansa, Palangka Raya, Sabtu (21/4/2018).

Dalam kegiataan 212 kader Golkar sempat terkejut karena saat hendak mengikuti acara mereka diwajibkan tes urine tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

"Saya berharap kader Golkar ini memang kader terbaik, percuma kita mempunyai selogan di luar bersih, tapi di dalam kotor," ujar Haji Ruslan.

"Kalau ternyata di antara 212 peserta ini ada memakai narkoba, maka saya minta maaf mulai hari ini saya minta dengan hormat mundur dari kegiatan orientasi fungsionaris Partai Golkar," imbuhnya.

--page

Dia menegaskan sikap tegas ini karena ingin selama memimpin Golkar menuju arah yang lebih mendidik kader-kader sehingga menghasilkan putra-putri terbaik yang nantinya memimpin bangsa.

Meski mengaku bertindak tegas bagi kader yang terbukti memakai narkoba, namun Haji Ruslan mengatakan akan membina terlebih dulu sebelum mengeluarkan dari Golkar dengan merehabilitasi agar menjadi manusia lebih baik saat meninggalkan partai.

Pembukaan orientasi fungsionaris partai ini juga dihadiri Fairid Nafarin calon Walikota Palangka Raya dan Apriannor calon Bupati Murung Raya. (GAZALI/B-6)