PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Haruddin mengatakan hingga saat ini masih ada sekolah di Kota Palangka Raya yang tidak memiliki guru mata pelajaran bahasa Indonesia.

"Ini kita mau memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei, tapi ternyata dunia pendidikan kita terutama di daerah pinggiran belum begitu baik. Untuk guru Bahasa Indonesia saja misalnya ada sekolah yang belum memilikinya," kata Haruddin kepada Borneonews.co.id, Minggu (22/4/2018).

Kenyataan ini pihaknya dapati setelah beberapa kali melaksanakan kegiatan anjangsana sastra ke sekolah marginal di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau sejak Januari 2018.

"Ada sekolah yang mata pelajaran bahasa Indonesia itu diampu oleh guru agama atau MIPA. Saya katakan ini tidak benar. Saya katakan ke mereka bahwa mengajar bahasa Indonesia itu tidak semudah yang mereka pikirkan, jangan diremehkan," cecarnya.

Kondisi seperti inilah yang menurut Haruddin menyebabkan nilai ujian nasional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia biasanya rendah.

--page

"Kalau memang Bahasa Indonesia itu mudah, logikanya nilai UN di mata pelajaran itu harusnya tinggi, kok kenyataannya rendah? Ya karena yang mengajar bukan guru yang berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia, itu kesalahan kita. Menggampangkan bahasa sendiri, bahasa kebangsaan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)