PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ulah pebalap liar yang beraktivitas di kawasan Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin meresahkan masyarakat.

Bahkan terkadang mereka bisa berlaku brutal menganiaya pengguna jalan lainnya yang mempunyai hak untuk melintas di jalan.

Seperti yang disampaikan oleh Desi Wulandari warga Jalan Sukma Aryaningrat pemilik akun Facebook Daun Kering Keenambelas dalam grup Berniaga Pangkalan Bun Jual Beli.

Dalam postingannya Desi mengungkapkan bahwa dirinya meminta info mengenai keberadaan pelaku balap liar yang berulah di Jalan Sutan Syahrir yang menganiaya suaminya, Hengky Kurniawan, Sabtu (21/4/2018) malam.

"Mohon info adakah yang tahu siapa orang-orang yang balapan liar di depan rumah sakit malam ini. Saya kasih Rp1jt untuk info nama2 tersangka pengeroyokan. Ada 15 orang. Yang saya pertanyakan kenapa balapan liar sejak dulu sampai sekarag masih ada. Saya dari pihak keluarga korban sudah laporkan kejadian ini ke polisi. Silahkan yang merasa balapan liar dan mabuk-mabkuan menunjukan diri jika masih ingin jalan damai. Pelaku juga membawa kabur telepon seluler. Mohon yang tahu infonya hubungi ke nomor 082253764854," tulisnya dalam postingannya.

--page

Saat Borneonews menghubungi, nomor yang dituliskan tersebut Desi mengungkapkan bahwa korban Hengky yang merupakan suaminya sedang melintas di Jalan Sutan Syahrir sekitar pukul 23.30 WIB.

"Saat melintas di jalan tersebut, suami saya tidak bisa lewat lantaran jalan ditutup oleh mereka. Saat suami saya memgeluarkan telepon seluler, para pebalap liar mengira dia mau merekam aktivitas balap liar tersebut dan akhirnya suami saya dikeroyok," ujarnya.

Akibat penganiayaan tersebut, suaminya babak belur dan mengalami luka dipelipis sebelah kanan, hidung, kepala atas mengalami luka robek dan dada terasa nyeri.

"Tidak lama setelah kejadian, kami melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Kobar. Kami harap pihak kepolisian bisa menindak para pebalap liar yang seringkali ngebut-ngebutan di ruas jalan tersebut lantaran ulahnya sudah meresahkan. Bahkan kini cenderung brutal," pungkasnya. (YUDA/B-6)