BORNEONEWS, Sampit - Selain berbahan dasar beras, arak yang dibuat di sebuah pabrik di Jalan Subur Makmur, Jalan Jenderal Sudirman Km 11, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang juga menggunakan air berasal dari dalam parit.
Hal itu diketahui setelah aparat Kepolisian resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) menggerebek pabrik produksi miras jenis arak lokal atau lonang milik BN yang kini ditetapkan sebagai tersangaka atas kasus produksi dan pengedaran miras oplosan.
"Arak merupakan hasil permentasi beras. Beras dimasak menggunakan air parit dan air hujan. Melalui beberapa proses, barulah bisa di kemas ke dalam botol," ucap BN saat ditangkap di pabriknya.
Selain tidak steril, air yang diambil dari dalam parit yang ada di samping depan pabrik itu mengeluarkan aroma khas comberan. Tidak kalah menjijikan, pabrik itu pun jauh dari kata bersih.
Dari dalam gudang, polisi menemukan beberapa alat produksi minuman keras, 38 drum berisi bahan pembuat lonang, 3 jerigen lonang, dan 74 botol plastik ukuran 600 mililiter lonang siap edar. Kini kasus ini masih berproses di Polres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








