BORNEONEWS, Nanga Bulik - Guru wajib mengajarkan materi pembelajaran dengan mengedepankan pemahaman konsep dan penalaran. Pasalnya soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini lebih sulit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lamandau Meigo, mengatakan, soal yang dianggap sulit itu ada sebagian materi penalaran. Jumlahnya tidak banyak, hanya 10% dari keseluruhan soal. Jadi soal semacam itu harus diberikan untuk menyesuaikan dengan standar pendidikan internasional.
"Pemerintah pusat melakukan aturan ini sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan standar internasional. Pengenalan soal penalaran ini merupakan upaya untuk mengejar ketertingalan pencapaian kompetensi siswa Indonesia di tingkat internasional," tambah Meigo.
Selain itu, ujar mantan kepala BKPSDM ini, model soal penalaran dianggap salah satu tuntutan kompetensi dalam pembelajaran saat ini, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, hingga kolaboratif. Peserta didik diharapkan lebih mampu menganalisa data dalam menerapkan pengetahuan pada konteks kehidupan nyata.
Menurutnya, soal UN tahun 2018 dikembangkan berdasarkan pedoman yang disusun oleh Kemendikbud. Penyusunannya melibatkan para guru yang selanjutnya ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Guru wajib mengajarkan materi pembelajaran dengan mengedepankan pemahaman konsep dan penalaran.
--page
Pedoman tersebut disusun sesuai kompetensi dasar yang harus diajarkan oleh guru sebagaimana dijabarkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah dan dituangkan dalam buku mata pelajaran. "Agar pembelajaran di sekolah tidak terjebak pada proses latihan soal-soal UN," jelasnya.
Meigo berharap, dengan peyelenggaraan UN, semua pihak terkait menjadikan hasilnya sebagai acuan meningkatkan mutu pendidikan. Para siswa dapat memahami dan meyakini bahwa pembelajaran merupakan proses yang panjang dan tidak bisa instan. (HERIYADI/B-2)








