PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan siswa SMKN 2 Palangka Raya jurusan Teknik Energi Biomassa berdiri menjaga meja stan yang berisi aneka hasil karya mereka. Ada biodiesel, ada briket, ada pula yang paling nenarik yakni bahan bakar pengganti minyak tanah berbahan dasar sampah plastik.

Keberadaan mereka ialah untuk memeriahkan Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan trio UPT Kemendikbud RI, yakni LPMP Kalimantan Tengah, Balai Bahasa Kalteng dan BP Paud DIKMAS Kalteng.

"Kami ada pelajarannya di SMKN 1 Palangka Raya, cara membuat bahan bakar sejenis minyak tanah berbahan dasar sampah dari sampah plastik," kata Irfan Dwi Cahyono, salah seorang siswa kelas XI Jurusan Teknik Energi Biomassa, SMKN 1 Palangka Raya yang mengikuti pameran, Senin (23/4/2018).

Menurut Irfan, untuk membuat bahan bakar pengganti minyak tanah ini harus disediakan sampah plastik  yang banyak. Boleh menggunakan sampah plastik apa saja, botol minuman, kresek belanja, gelas air minum kemasan, atau apapun.

"Drum kaleng itu harus diisi sampah plastik sampai penuh kemudian bagian bawah drum dibakar, sementara bagian atasnya disediakan pipa suling yang disalurkan ke jeriken untuk kemudian dijernihkan," jelasnya lagi.

--page

Dari satu drum sampah plastik itu, menurut Irfan, bisa didapat kurang lebih 2 liter bahan bakar pengganti minyak tanah dengan proses pengerjaan sekitar seminggu.

"Kelebihan bahan bakar ini lebih irit dibandingkan minyak tanah, selain itu juga bahan pembuatan yang dari daur ulang sampah akan membantu kebersihan lingkungan karena mengurangi sampah plastik," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)