JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemulihan harga komoditas yang telah berlangsung sejak tahun lalu diyakini akan menjadi katalis positif bagi kinerja PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang 2018.

"Perseroan akan memaksimalkan pendapatan pada entitas anak yang aktivitas usahanya terhubung langsung dengan harga komoditas," kata Head of Investor Astra International, Tira Ardianti, di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Tira mengatakan, beberapa entitas anak Astra International yang kinerjanya bergantung pada sektor komoditas membukukan pendapatan dan laba memuaskan pada tahun lalu.

“Kalau mau lihat kinerja Astra, bisa lihat harga komoditas. Misalnya kinerja United Tractors tahun lalu, sangat positif karena harga batu bara sudah di atas US$90 per ton, lalu kinerja Astra Agro Lestari juga tahun lalu positif, karena harga CPO meningkat,” papar dia.

Untuk Astra Agro Lestari, perseroan akan perlahan mengurangi porsi penjualan bahan mentah berupa CPO, dan akan memperbesar produksi dari produk-produk turunan CPO yang harganya lebih stabil di pasar.

--page

“Berbahaya kalau Astra hanya bergantung pada harga komoditas. Pada 2012 hingga 2013 kinerja kami bagus, tapi 2014 sampai 2015 malah nyungsep karena harga komoditas turun, ke depan, harus ada upaya balancing,” ujar Tira. (NEDELYA RAMADHANI/m)