KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, dr Maria Efianti mengatakan pemberian obat pencegahan secara masal (POPM) filariasis atau penyakit kaki gajah masih ditemukan beberapa kendala di lapangan.

Kendala itu yakni masih rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengikuti pelaksanaan POPM. Kondisi ini karena kurangnya informasi.

"Takut efek samping filariasis," ungkap Maria ketika menyampaikan sambutan saat Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Masal Filariasis, Senin (23/4/2018).

Kendala berikutnya masih belum akuratnya data base sasaran penduduk pada kegiatan POPM. Kemudian adanya kesenjangan data Pusdatin dengan data rill jumlah penduduk di lapangan.

"Kondisi ini mengakibatkan target cakupan POPM filariasis terlalu tinggi, sehingga ada beberapa puskesmas tidak dapat mencapai target," terangnya.

--page

Kendala berikutnya tingginya angka mutasi petugas kesehatan atau kader POPM. Untuk kendala teknis, penduduk tidak minum obat didepan petugas dan memperngaruhi keberhasilan POPM.

Belum optimalnya kerja sama lintas sektoral dan lintas program. "Pencatatan dan pelaporan belum tepat waktu," ucapnya. (EPRA SENTOSA/B-6)