BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam gelaran Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang masih berjalan hingga tanggal 27 April 2018 ini, ada stan pameran yang diisi oleh siswa dari SMKN 1 Palangka Raya.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan trio UPT Kemendikbud ini, para siswa tersebut membawa bahan untuk dipamerkan, salah satunya, Briket, pengganti arang bakaran yang diklaim lebih tahan lama dibandingkan arang biasa.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah mengatakan bahwa temuan dari para siswa yang menempuh pendidikan di sekolah kejuruan ini amatlah baik. Apalagi dipamerkan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh LPMP Kalteng, Balai Bahasa Kalteng dan BP Paud DIKMAS yang merupakan lembaga pendidikan di Kalteng.
"Bagus, anak-anak SMK memang biasanya kreatif ya. Apalagi yang mereka temukan atau ciptakan ini adalah sesuatu yang dapat berguna bagi orang banyak," kata Rusdiansyah.
Sebelumnya, Irfan Dwi Cahyono, salah seorang siswa kelas XI Jurusan Teknik Energi Biomassa, SMKN 1 Palangka Raya yang turut memamerkan briket ini mengatakan bahwa hal ini dipelajarinya bersama teman-temannya di sekolah.
"Briket ini dibuat dari serbuk batok kelapa, kegunaannya pengganti sebagai pengganti arang, bisa untuk bakar-bakar atau memanggang makanan," kata Irfan.
--page
Kelebihan lainnya dibandingkan arang biasa, lanjut Irfan, ialah asap yang dihasilkan dari pembakaran menggunakan briket tidak sepekat dan sebanyak jika menggunakan arang biasa.
Sayangnya, pihak SMKN 1 Palangka Raya memang belum memproduksi secara massa produk-produk ini.
"Belum dijual, masih untuk kalangan sendiri. Termasuk juga biodiesel dan bahan bakar pengganti minyak tanah berbahan dasar sampah plastik," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








