BORNEONEWS, Sampit - Hujan yang terjadi belakangan ini di wilayah Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat limbah yang diduga dari pabrik perkebunan kelapa sawit PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM) meluap kian parah. Bahkan disebut mencemari sungai warga setempat.
Tokoh masyarakat Antang Kalang, Hardy P Hadi mengatakan, meluapnya limbah PT BUM sebenarnya terjadi sudah sejak lama dan memcemari Sungai Hanya yang alirannya sampai Sungai Mentaya.
"Terlebih saat musim hujan saat ini sangat parah sekali. Limbahnya sudah tak terkendali lagi. Sungai sudah sangat tercemar," kata Hardy, Selasa (24/4/2018).
Menuruy Hardy, limbah itu mengalir dari pabrik perusahaan. Sampai kini tidak pernah diatasi. Akibatnya tidak ada warga yang berani lagi melakukan aktivitas di sungai karena air sungai sudah tercemar dan tidak bisa sama sekali dimanfaatkan.
Dijelaskan Hardy, Sungai Hanya melintasi beberapa desa di sana seperti Sungai Hanya, Tumbang Boloi, Sepayang dan desa lainnya yang muaranya berada di daerah aliran Sungai Mentaya.
--page
Sementara, Sungai Mentaya merupakan sungai induk di Kabupaten Kotim di mana pasokan air PDAM di Kotim diambil melalui Sungai Mentaya tersebut.
Bahkan Sungai Mentaya melintasi beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten Kotim.
Terpisah Manager PT BUM Nathan Tampubolon saat dikonfirmasi terkait hal tersebut belum merespon termasuk pihak manajemen PT BUM yang lain.(NACO/B-5)








