BORNEONEWS, Sampit - Meluapnya limbah yang diduga berasal dari PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM), Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata sudah sejak lama terjadi, bahkan laporan kepada dinas terkait sudah lama dilakukan, tapi ada kesan dinas terkait tutup mata.
Buktinya, sampai ini permasalahan tersebut seakan dibiarkan begitu saja. Bahkan dinas teknis yang harusnya menangani masalah itu melihat begitu saja permasalahan tersebut.
"Sudah lama kami laporkan ke dinas terkait. Namun tidak pernah direspon. Saat kami laporkan pihak dinas memberikan jawaban dengan berbagai macam alasan," kata tokoh masyarakat Antang Kalang, Hardy P Hadi, Selasa (24/4/2018).
Padahal, menurut Hardy, pencemaran itu sudah sangat jelas terjadi. Bahkan parahnya itu sudah sejak lama. Warga menginginkan Pemkab Kotim melalui dinas terkait bisa mengambil langkah.
Akibatnya memunculkan banyak kecurigaan dari permasalahan yang dibiarkan begitu saja berlarut-larut tersebut. Sementara sampai kini warga bingung kepada siapa lagi mereka harus mengadu.
--page
"Jelas itu pencemarannya bahkan dengan kami ada hasil laboraturiumnya. Namun tidak pernah ditindaklanjuti. Nanti kalau saya turun ke Sampit akan bawa hasilnya," tukasnya.
Hardy mengatakan sudah sejak lama dirinya menyuarakan masalah itu karena dampak dari meluapnya limbah itu sudah sangat luar biasa. Namun sampai kini masalah itu tidak ada solusinya sama sekali.
"Padahal kami menginginkan ada tindaklanjut. Limbah itu jangan dibuang ke sungai warga," pungkasnya. (NACO/B-5)








