BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) para agen dan pemandu wisata yang beraktivitas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Balai Taman Nasional Tanjung Puting (BTNTP) menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM sebagai interpreter di aula Tourism Information Center (TIC) Kecamatan Kumai, Selasa (24/4/2018).
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kobar Nurhidayah tersebut diikuti sekitar 150 pemandu dan agen wisata ini. Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan para guide dan agen wisata terkait informasi terkini memgenai flora dan fauna yang ada di TNTP.
"Seperti yang kita ketahui bersama TNTP adalah aset berharga bagi Kabupaten Kobar, bahkan TNTP masuk dalam 10 besar destinasi wisata yang terbesar menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sekedar gambaran untuk tahun 2017 saja terdapat 24.639 wisatawan yang datang ke Kobar untuk mengunjungi TNTP," jelas bupati.
Menurut bupati, sektor pariwisata merupakan target untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
"Karena Kobar punya potensi wisata yang lengkap. Selama ini orang kenal objek yang menarik dikunjungi di Kabupaten Kobar hanya orangutan saja. Padahal, Kobar memiliki potensi wisata yang banyak namun beluk terekspos, diantaranya wisata reliji dan lainnya," jelasnya lagi.
--page
Sementara itu President of Orangutan Foundation International (OFI), Biruté Mary Galdikas dalam sambutannya menyanpaikan bahwa banyaknya kedatangan turis di Kobar bila dibandingkan dengan daerah lain, tidak bisa dipungkiri terjadi, lantaran keberadaan TNTP yang di dalamnya terdapat habitat orangutan.
"Wisatawan bila ingin melihat orangutan memang lebih memilih datang ke Kabupaten Kobar bila dibandingkan ke Kabupaten Kutai di Kalimantan Timur. Karena orangutan dinTNTP bisa dengan mudah dilihat dan jumlahnya cukup banyak bila dibandingkan dengan Kutai," jelas Biruté.
Sehingga dengan bersama-sama menjaga TNTP kita bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dengan adanya kunjungan wisata.
"Karena bila kita mau melindungi TNTP maka kita perlu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya. (YUDA/B-6)








