MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Karena gangguan jaringan listrik, Pjs Bupati Barito Utara, Sapto Nugroho HW kecewa terhadap pelayanan dari PLN pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat di SMKN 1 Muara Teweh.

Pasalnya, karena jaringan listrik yang mati, para peserta UNBK tidak bisa mengikuti UNBK dan harus menunggu sekitar dua jam.

Kekecewaan Pjs bupati ini terlihat saat memantau pelaksanaan ujian di SMKN 1 Muara teweh. Padahal dirinya harus melakukan perjalanan dinas ke Palangka Raya.

Namun karena ingin melihat dan memantau langsung proses pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMP sederajat, Pjs bupati menyempatkan waktunya.

Melihat hal tersebut, Pjs Bupati langsung menghubungi PLN agar listrik di lokasi pelaksanaan UNBK dapat berjalan normal, sehingga peserta dapat mengerjakan ujiannya.

--page

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Masdulhaq mengatakan, pelaksanaan ujian di SMKN 1 Muara Teweh bagi peserta tingkat SMP ini terpaksa diundur.

“Jadi untuk peserta sesi pertama diundur pada waktu sesi kedua, sementara peserta sesi kedua diundur ke waktu sesi ketiga, dan seterusnya,” ujar Masdulhaq, Selasa (24/4/2018).

Disampaikannya, untuk sekolah yang melaksanakan UNBK ada 19 sekolah SMP sederajat. Sementara sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis  Kertas dan Pensil (UNKP) dilaksanakan 26 sekolah.

“Jadi untuk peserta ujian baik peserta UNBK dan UNKP yakni sebanyak 2623 pelajar,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)