PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Freddy Ering meminta Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng harus konsisten dengan penilaian.

Timsel KPU Kalteng tengah mendapat sorotan lantaran meloloskan tujuh peserta yang tidak direkomendasikan Polda Kalteng saat tes psikologi.

Tujuh nama itu tidak direkomendasikan oleh Polda Kalteng lantaran nilai psikotes mereka di bawah 60,00. Polda pun hanya merekomendasikan 14 nama.

Meski begitu, Timsel ternyata tetap meloloskan ketujuh nama tersebut dengan alasan antisipasi agar tidak kekurangan peserta pada tahap tes kesehatan.

Menanggapi hal itu, Freddy Ering menyebut Timsel seharusnya konsisten. Bila memang angka minimal lulus tes psikologi 60,00, maka nilai di bawah itu tetap dianggap tidak lulus.

--page

"Akhirnya yang tidak direkomendasikan bisa muncul. Jadi tidak ada konsistensi dan tidak ada standard nilai dalam proses seleksi. Kalau ada hasil seleksi dari Polda, saya rasa itu yang harus ditindaklanjuti dan proses," ujarnya, Senin (23/4/2018).

Bahkan Freddy menyebut Timsel tengah menjalankan skrenario. "Ada skenario apa pihak Timsel? Seperti ada kesan untuk menggolkan kesinambungan orang-orang dalam, pusat atau provinsi. Padahal ini menjadi tumpuan masyarakat untuk dapat menghasilkan pilkada, pileg, dan pilpres yang berkualitas. Kalau sudah ada indikasi permainan, sebagai wakil rakyat dan juga kita orang partai merasa waswas melihat kinerja Timsel seperti ini," tutupnya. (GAZALI/B-3)