MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Bermodalkan perahu karet, personel TNI dan Polri saling bersinergi mengevakuasi korban banjir di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (24/4/2018).

Tidak hanya korban manusia, personel TNI dan Polri juga mengevakuasi barang–barang yang dinilai perlu diselamatkan dari terjangan banjir.

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar mengungkapkan, jumlah rumah yang terendam banjir diperkirakan 200 unit. Sedangkan ketinggian air sekitar 50-100 centimeter.

“Kami melakukan langkah-langkah yakni membantu warga dengan mengevakuasi barang-barang yang terkena dampak banjir,” katanya didampingi Kasatintelkam AKP Setyo Sidik Pramono.

Selain itu, personel TNI dan Polri bekerja sama mengatur arus lalu lintas di jalan yang terkena dampak banjir dan mendata lokasi yang terkena musibah.

--page

Banjir yang melanda sebagian Kota Muara Teweh disebabkan meluapnya air Sungai Bengaris. Banjir sebenarnya merupakan hal yang biasa dialami warga sekitar sungai. Terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Namun, banjir kali ini tergolong cukup parah. Sebab luapan air sudah sampai ke ruas jalan raya yang mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kemacetan di beberapa titik.

Setelah berlangsung sekitar lima jam, genangan air di sejumlah lokasi dan ruas jalan mulai berangsur surut.(RAMADANI/B-3)