KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah pemilik keramba ikan di Sungai Katingan, Kasongan, Kabupaten Katingan mulai mengkhawatirkan perkembangbiakan ikan keramba. Hal itu seiring dengan meluapnya Sungai Katingan sejak dua hari terakhir.

Salah satu dampaknya, tidak jarang batang kayu yang hanyut dan menerjang hingga merusak keramba. Lainnya, perubahan kondisi air juga dikhawatirkan memengaruhi pertumbuhan ikan.

"Sejak air sungai meluap, kita harus sering mengecek keramba. Sebab banyak batang kayu hanyut terbawa arus," kata Rahman seorang petani keramba ikan di Sungai Katingan, Rabu (25/4/2018). 

Menurutnya, hingga saat ini keramba yang ia miliki masih aman dari kerusakan. Demikian dengan kondisi ikan yang masih aman.

"Biasanya air meluap pasti ada saja ikan yang mati, terutama yang berusia di bawah dua bulan," kata dia.

--page

Makin Keruh

Selain itu, kondisi air Sungai Katingan sejak dua terakhir ini tampak keruh. Juga banyak sampah yang hanyut termasuk potongan kayu .

Makin keruhnya DAS Katingan ini dikeluhkan sejumlah pemilik keramba di Sungai Katingan wilayah Kasongan.

"Ya kalau keruh biasanya ikan yang masih kecil-kecil tidak tahan dan mati," tutur Anang, seorang pemilik keramba di Kampung Banjar.

Menurutnya, air keruh juga yang menyebabkan petani keramba jarang memelihara ikan mas. "Rata-rata yang dipelihara sekarang ikan nila. Kalau ikan mas tidak tahan dengan kondisi air keruh," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-11)