SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keluhan peserta Ujian Nasional tingkat SMP, terutama untuk mata pelajar matematika viral di media sosial. Akun instagram Menteri Pendidikan diserbu warganet.

Terkait itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Bima Eka Wardana tidak bisa banyak berkomentar. Sebab, soal itu dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). 

"Semua soal UN dibuat oleh pusat. Jadi dalam hal ini kami tidak bisa mengomentari," kata Bima, Rabu (25/4/2018). 

Dia mengatakan, dinas pendidikan kabupaten hanya sebatas melaksanakan kewajiba. Seperti pendistribusian soal UNKP untuk SMP dan memantau pelaksanaannya.

"Yang terpenting tidak ada gangguan saat pelaksanaan UNKP dan UNBK," kata Bima. 

--page

Dia menambahkan, untuk menjawab keluhan itu hanya wewenang Kemendikbud.  "Kita tunggu tanggapan Kemendikbud saja," terang Bima diplomatis. 

Sementara, pada Selasa (24/4/2018), siswa melaksanakan UN dengan mata pelajaran Matematika. Sejumlah siswa menganggap soal yang diujikan sangat sulit dan di luar nalar. Bahkan tidak sesuai dengan kisi-kisi yang pernah diberikan.

Keluhan tersebutpun disampaikan sejumlah siswa di Instagram milik Kemendikbud @kemdikbud.ri. Puluhan ribu komentar dalam satu postingan foto, dengan berbagai macam keluhana. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)