SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kediri menggelar Business to Business Expo Two Goverments.

Pameran yang berlangsung di Citymall Sampit tersebut dilakukan untuk meningkatkan perekonomian, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di dua daerah tersebut. 

Kegiatan itu dilaksankan dengan menggelar pameran produk antara kedua daerah yang menampilkan sejumlah potensi UMKM seperti makanan dan aksesoris. 

Sedikitnya sekitar 20 stan yang disiapkan Kadin Kotim terisi oleh para UMKM yang ada di daerah ini. Seperti halnya Kotim, di mana para pelaku usaha kecil menengah menampilkan sejumlah olahan asli daerah ini, seperti stik berbahan ikan Jelawat yang merupakan ikon kota, kopi bapinang, dan juga pakaian batik asli daerah ini. 

Begitu juga dengan UMKM yang berasal dari Kota Kediri. Mereka menampilakan sejumlah produk asli olahan seperti roti senyum, hingga mobil mini pemadam kebakaran. 

--page

Hal tersebut dilakukan agar nantinya bisa menarik minat para pengusaha yang ada di daerah ini untuk bertukar produk. Yang mana nantinya bisa dipasarkan di daerah masing-masing. 

"Ini sebagai pengenalan, apa saja produk Kotim yang bisa dijual disana, begitu juga sebaliknya. Sehingga para pengusaha nantinya bisa langsung berhubungan dengan para UMKM yang ada di daerah ini," ujar Ketua Kadin Kotim Susilo dalam pembukaan acara tersebut, Kamis (26/4/2018). 

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengenalan budaya dan pakaian khas masing-masing daerah. Seperti halnya tarian, dan juga pergaan pakaian batik Kotim dan Kediri. 

Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap agar bisa memberikan dampak positif bagi dunia UMKM yang ada di daerah ini. 

"Kegiatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dimana UMKM Kotim harus belajar banyak dengan UMKM Kediri, terutama dalam pengembangan produk yang tentunya lebih baik," kata Taufiq. 

--page

Ia mengatakan, potensi sumber daya alam (SDA) di Kotim ini sangat potensial. Sehingga hal itulah yang harus bisa dimanfaatkan bagi masyarakat daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)